JUAL BELI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Rafid Abbas

Abstract


Memiliki ekonomi yang kuat, dapat merealisasikan kecukupan dan menjaga kemandirian serta yang sesuai dengan syari’at Islam, merupakan fondasi yang kuat. Kekuatan fondasi ini terdiri dari nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang sy@ar’ie, meliputi akidah, ilmu, amal, akhlak, kualitas, dan juga diperlukan kehati-hatian ketika mengamalkan yang halal, jangan sampai tercampur dengan sesuatu yang dilarang oleh Islam seperti : haram, atau sy@ubhat, atau gharar atau riba’. Jika tercampur dengan sesuatu yang dilarang oleh Islam, maka selanjutnya akan sulit untuk menghindarinya bahkan akan masuk lebih jauh ke dalam sesuatu yang diharamkan, karena pada umumnya pedagang itu penuh dengan kebohongan, agar bisa menghindarinya diperlukan memperbanyak s}a@daqah, dengan memperbanyak s}a@daqah dapat menghindari dan sekaligus merupakan benteng untuk menjaga diri agar tidak terjadi pelanggaran terhadap sy@ari’at Islam. Memiliki dan mengamalkan ekonomi yang sy@ar’ie itu tidaklah sama dengan yang non sy@ar’ie, jika ekonomi yang non sy@ar’ie, maka yang dikejar hanyalah materi saja, tetapi jika yang sy@ar’ie, maka yang dikejar adalah nilai ibadah dan materi, jika materi belum didapat, maka tetap akan mempunyai nilai ibadah disisi Allah.

Keywords


Kaidah; Halal; Haram; Gharar; Riba’.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.