KEPEMIMPINAN EFEKTIF DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH

St Rodliyah

Abstract


Setiap pemimpin cenderung memperlihatkan perilaku kepemimpinannya terhadap bawahannya.  Demikian juga kepala sekolah cenderung   akan  menunjukk.an  perilakunya  kepada  guru.  Pada  dasarnya ada  pemimpin  yang   menunjukk.an perilaku  cenderung  berorientasi  pada tugas,  sebaliknya   ada  pemimpin   yang  menunjukkan  perilaku -cenderung berorientasi   pada  hubungan   kemanusiaan.   Namun,   ada  juga   pemimpin yang  cenderung   menunjukkan perilaku  baik  berorientasi   pada  tugas  dan sekaligus berorientasi pada hubungan kemanusiaan. Kontroversi  utama menyangkut isu tentang  apakah kepemimpinan dipandang  sebagai peranan khusus   atau  proses   pengaruh   bersama.  Ada  pandangan   bahwa   semua kelompok memiliki  peran  khusus  yang mencakup  peranan  kepemimpinan dengan  tanggungjawab  dan  fungsi  yang  tidak  dapat  dibagi  secara  luas tanpa  mengganggu  efektifitas  kelompok.  Orang  yang  akan melaksanakan peran   kepemimpinan  khusus   dirancang   sebagai   "pemimpin"   (leader). Yang   lain   dinamakan    "pengikut"    (followers)   walau  diantara   mereka membantu  pemimpin  utama dalam  memecahkan fungsi-fungsi kepemimpinan.  Dalam organisasi,  orang dapat berperan  sebagai pemimpin dan  pengikut   pada  saat  yang  sama.  Misalnya,   seorang   kepala  sekolah menjadi  pemimpin   bagi     guru,   karyawan,   dan   siswa,  namun   kepala sekolah   juga   menjadi   pengikut    atau   bawahan    dari   kepala    kantor kementrian  pendidikan   dan  kebudayaan   karena   ia  lebih  tinggi   dalam organisasi.   Jika  semua  pemimpin   bisa  berperilaku   sebagaimana tersebut maka kepemimpinannya cenderung  akan efektif.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.