OPTIMALISASI PENDIDIKAN KELUARGA SEBAGAI PENYEMAI PENDIDIKAN KARAKTER

ZAINAL ANSHARI

Abstract


Pendidikan yang berwawasan untuk memperbaiki moral, budi pekerti, watak, nilai, perilaku, mental, dan kepribadian yang tangguh, yang unggul, dan yang mulia harus menjadi tujuan pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Namun yang tidak kalah pentingnya, nilai-nilai tersebut harus dilanggengkan terlebih dahulu di dalam pendidikan keluarga (rumah tangga). Karena pendidikan keluargalah yang sejatinya paling kuat di dalam mewariskan pendidikan karakter kepada anak-anak bangsa ini. Namun tidak salah jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan demikian “bahwa sasaran pendidikan bukan hanya kepintaran, kecerdasan, ilmu, dan pengetahuan. Tetapi juga moral, budi pekerti, watak, nilai, perilaku, mental, dan kepribadian yang tangguh, yang unggul, dan yang mulia. Dan yang kedua inilah sesungguhnya karakter, karakter manusia, yang akhirnya menjadi karakter masyarakat dan karakter bangsa”. Hakikatnya, pandangan tersebut terlebih utama menjadi pesan dan tanggung jawab yang harus dipikul oleh setiap orang tua, guna mewariskan nilai-nilai yang utama dan mulia kepada setiap anaknya. Sebab para guru, dosen, kiai, ustad/dah pada hakekatnya hanyalah membantu tugas pokok para orang tua yang “tidak mampu” mendidik anak-anaknya sendiri, karena berbagai alasan yang tidak kalah pentingnya untuk tujuan bersama.

 

Kata kunci: pendidikan keluarga, pendidikan karakter.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.