MADRASAH DAN TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

Rif’an Humaidi

Abstract


Kata Stanton, “sumbangan yang luar biasa, baik berupa lembaga pendidikan maupun tokoh pemikiran ilmu pengetahuan, bagi warisan intelektual dalam peradaban dunia secara nyata telah diberikan oleh Islam”. Sebagaimana lazim dipahami, pewarisan tradisi intelektual di dalam Islam tersebut melalui proses pendidikan halaqoh (small club), zawiyah, surau, masjid dan juga madrasah, sampai perguruan tinggi Islam. Namun, setelah priode klasik, baik Timur maupun Barat, cenderung mengabaikan prestasi mereka. Para ilmuan Kristen mereguk keuntungan filsat yang disediakan para ilmuwan Islam. Masyarakat Islam melanjutkan kegiatan masa-masa awal (bangsa Yunani), sehingga kita mengenal kemajuan peradaban itu. Sementara beberapa sejarawan menyebutkan madrasah dan masjid-masjid yang besar abad ke-11 dan ke-12 sebagai universitas. Lembaga-lembaga itu sebetulnya tidak sebanding dengan universitas abad pertengahan. Pada intinya, masyarakat Islam tidak pernah mengembangkan lembaga pendidikan dalam bentuk formal, yang didekasikan khusus untuk pengajaran dan dunia keilmuan. Tetapi pada saat yang sama, tempat-tempat ibadah itu memiliki fungsi ganda, selain berfungsi sebagai tempat peribadatan juga tempat pergulatan keilmuan.

 

Kata kunci: A Wahid Hasyim, madrasah, dan pendidikan Islam di Indonesia.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.