DIALEKTIKA BELAJAR BERBASIS JEJARING SOSIAL Membangun kebangkitan Nalardalam Ruang Facebook

Moh Dasuki

Abstract


Facebook banyak digemari oleh masyarakat, terutama kaum muda, facebooktelah menjadi tempat bertamasyanya orang dari segala penjuru dengan latar tujuan yang berbeda-beda, mereka datang untuk berkata-kata tidak senonoh,berfantasi, melapas rindu dengan teman lama, promosi barang dagangan, bahwa datang untuk konsolidasi, berdiskusi dan masih banyak motivasi yang lainnya. Facebook bagian dari tehnologi informasi yang berbasis pada WEB telah banyak dijadikan sebagai model e-lerning, namun keberadannya sampai pada saat ini facebook hanyalah sosial media yang banyak dijadikan tempat bersemayamnya otak kotor, hal ini bisa dilihat dari masing-masing acount pribadi para facebooker yang lebih banyak komentar-komentar nakal dari pada komentar yang bermutu. Untuk itu sangat perlu kiranya mengembalikan khittah facebook sebagai alat komunikasi kreatif dan produktif yang dapat memecah kebuntuan persoalan kemanusian melalui desains pembelajaran yang kritis. Maka facebook tidak hanya sebatas alat pelampiasan syahwat namun lebih dari pada itu menjadi tempat olah kritis masyarakat termasuk didalamnya adalah mahasiswa, sehingga harapan menjadi bangsa yang cerdas dan berdaulat bisa teralisasi dengan baik. Oleh sebab itu untuk menjadi bangsa yang cerdas harus dimulai dari membangun mentalitas yang kuat, facebooklah salah satu media yang efektif untuk dimulainya kebangkitan nalar menuju bangsa yang cerdas, facebook harus di setting menjadi media pembelajaran kritis yang bisa dilakukan oleh semua elemen lebih-lebih para praktisi dan akademisi sebagai penjaga gawang ilmu pengetahun.

Kata Kunci : facebook, e-lerning,dialektika belajar, kebangkitan nalar


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.