MENJUSTIFIKASI PRODUK BANK SYARIAH DENGAN AL-MINHAJ AL-RADDI, AL-MAQSHADI DAN AL-KULLI

Toton Fansurna - -

Abstract


Sejalan dengan pengendalian prinsip-prinsip syariah, seluruh produk perbankan syariah mengacu kepada fatwa DSN yang selanjutnya diatur dalam bentuk Peraturan Bank Indonesia (PBI). Setiap perbankan syariah juga diwajibkan memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS). Tugas pokoknya antara lain untuk melakukan kontrol terhadap seluruh produk yang digulirkan. DPS juga dibebani untuk melakukan koreksi dan evalusi sisi-sisi syariah yang lain, termasuk melakukan upaya strategis untuk menanamkan nilai-nilai syariah dalam perilaku insan perbankan syariah secara menyeluruh. Secara ideal bahwa fatwa fiqh harus mampu mengakomodasi sekaligus melindungi masing-masing orang, maka sudah sejatinya fatwa tersebut berorientasi pada malat al-af‟al (dampak dari perbuatan mukallaf) sebagai obyek penilaian dari fatwa tersebut. Dan hal ini membutuhkan keilmuan yang komprehensif dan integral yang mau tidak mau mengharuskan ijtihad jama‟i sebagai solusi pada saat kekosongan mujtahid Rabbani di era sekarang. Selanjutnya fiqh tanzili membutuhkan metode yang relevan. Selama ini fatwa-fatwa fiqh merupakan hasil daur ulang dari konsep-konsep fiqh klasik. Keberadaan fatwa sebagai hasil daur ulang tersebut sebetulnya secara tidak langsung memperlihatkan adanya krisis dalam lembaga fatwa, yaitu krisis metodologis.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.