Urgensi Kaidah Intelektual Seorang Mufassir

Alfurqon Alfurqon

Abstract


Menjadi seorang ahli tafsir yang otoritatif merupakan tugas dan kedudukan yang mulia. Seorang muffasir tidak hanya menjelaskan ayat-ayat yang samar tapi juga menjelaskan hukum dan segala konsekwensinya sebagai pedoman utama umat Islam. Namun menjadi ahli tafsir tidaklah semudah yang dibayangkan. Terdapat syarat-syarat keilmuan dan kepribadian yang harus dipenuhi. Hal itu penting karena Rasulullah saw sendiri telah memberi rambu-rambu yang tegas bagi mereka yang ingin menafsirkan ayat-ayat Alquran agar tidak terjebak pada subyektifitas dan kepentingan pribadi. Tulisan ini berusaha membahas prasyarat intelektual dan kepribadian yang harus dimiliki seorang muffasir menurut pandangan para ulama. Kata kunci: syarat, muffasir, keilmuan

Refbacks

  • There are currently no refbacks.