REKONSTRUKSI EVALUASI PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM

Mundir - -

Abstract


Kajian konseptual ini mendiskusikan dan mengkritisi eksistensi pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dan madrasah. Senang atau tidak, diakui atau tidak, dan bahkan sengaja atau tidak, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sering mendapatkan tempat yang kurang menggembirakan di hati para wali siswa dan siswa. Mereka memandang pelajaran Pendidikan Agama Islam tidak terlalu penting, sehingga mereka tidak terlalu merisaukan akan hasil pelajaran Pendidikan Agama Islam. Lain halnya dengan pelajaran di luar Pendidikan Agama Islam, khususnya sejumlah pelajaran yang masuk dalam Ujian Nasional. Pelajaran itu adalah: Imu Pengetahuan Sosial, Ilmu Pengetahuan Alam, Bahasa Indonesia, dan pelajaran lain yang serumpun. Mereka begitu antusias untuk menambah jam pelajaran di luar jam efektif melalui berbagai program, mulai les di sekolah, les privat hingga masuk program bimbingan belajar. Dengan demikian mata pelajaran yang diikutkan Ujian Nasional, benar benar mendapatkan perhatian ekstra. Faktor lain yang ikut mempengaruhi rendahnya perhatian terhadap pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah sistem evaluasi yang masih didominasi oleh tes yang cenderung hanya mampu mengungkap hal-hal yang sifatnya kognitif semata, dan belum banyak menyentuh aspek afektif dan psikomotorik, serta strategi pembelajaran yang tradisional. Menyadari hal ini, para pemerhati pendidikan dan pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai solusi alternatif di tawarkan, mulai dari penerapan model model pembelajaran innovatif, pembelajaran berpusat pada siswa, Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Menyenangkan, dan Islami (PAIKEMI), memasukkan unsur-unsur karakter ke dalam kajian pokok/sub pokok bahasan semua pelajaran (Pendidikan Agama Islam dan pelajaran lainnya), memberlakukan kurikulum 2013, melakukan evaluasi dengan instrumen nontes atau alternatif tes, hingga melakukan program sertifikasi guru.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.