KONTESTASI HEGEMONI POP CULTURE DENGAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM JENJANG DASAR; STUDI ANALISIS JFC DAN TAJEMTRA

Mochammad Zaka Ardiansyah

Abstract


Penelitian ini mengkaji kontestasi hegemoni pop culture dengan Pendidikan Islam pada jenjang dasar di Kabupaten Jember, menggunakan analisis budaya populer, kreativitas anak, dan sejauh mana lembaga pendidikan Islam dasar memerhatikan pentingnya upaya identifikasi dan memberikan ruang ekspresi pada kreativitas santri dan siswa madrasah. Dalam penelitian ini, peneliti mengkaji kontestasi hegemoni JFC dan Tajemtra terhadap santri dan siswa madrasah antara penyelenggara JFC dengan pesantren dan madrasah dasar. Hasil penelitian ini adalah, pertama, antusiasme masyarakat Jember untuk menyemarakkan JFC, termasuk oleh santri pesantren dan siswa lembaga pendidikan Islam dasar menyisakan problem disfungsi bagi pendidikan Islam dalam melakukan hegemoni identitas Islami, karena anak dan remaja santri dan siswa lembaga pendidikan Islam Jember masih antusias untuk terlibat secara kreatif dalam JFC dan Tajemtra, dalam diri mereka masih melekat standar fashion sebagai manusia agamis tapi modis, trendi dan fashionable. Kedua, kuantitas pesantren dan madrasah dasar pada tingkat RA dan MI di Jember belum mampu mengimbangi kuatnya hegemoni pop culture JFC terhadap santri san siswa madrasah dasar.

 

Kata Kunci: pop culture, kreativitas, hegemoni pendidikan Islam, pesantren


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.