Pengaruh Konsep Diri dan Adversity Quotient terhadap Kemandirian Santri di Pondok Pesantren Nurul Islam Kabupaten Jember

Abd Rahim

Abstract


Salah satu instansi yang menekankan pembentukan sifat-sifat moral spiritual adalah pesantren. Problematika umum yang terjadi di pondok pesantren di antaranya adalah adanya konflik antar teman, konflik antara santri dengan remaja di sekitar lingkungan asrama pondok pesantren. Problematika tersebut juga dijumpai di Pondok Pesantren Nurul Islam Kabupaten Jember. Pondok pesantren yang sebagai pesantren berwawasan gender.
Kemandirian dan tetap survive dapat mengindikasikan daya juang santri. Seringkali santri mengalami hambatan-hambatan, seperti selalu ingin pulang, tidak kerasan di asrama, tidak mau belajar, melanggar peraturan, tidak mau mengikuti kegiatan pesantren dan lain sebagainya Situasi yang demikian ini sering dikenal sebagai keadaan yang ambivalensi dan dalam hal ini akan menimbulkan konflik pada diri sendiri santri.
Secara garis besar dapat dikatakan bahwa kemampuan untuk memahami, mengenali, sekaligus mengelola setiap episode kehidupan yang dihadapi akan sangat terkait dengan adanya daya tahan atau daya toleransi seseorang terhadap masalah atau sering disebut sebagai kecerdasan adversity (adversity quotient).
Berdasarkan fenomena tersebut, membuat peneliti tertarik untuk mengkaji lebih jauh tentang Pengaruh Konsep Diri dan Adversity Quotient terhadap Kemandirian Santri di Pondok Pesantren Nurul Islam Kabupaten Jember.
Pendekatan atau paradigma penelitian ini adalah paradigma kuantitatif. Sedangkan jenis penelitian ini adalah non-experimental karena peneliti tidak memberikan perlakuan tertentu kepada responden.
Populasi dalam penilitian ini mencakup seluruh santri di Pondok Pesantren Nurul Islam Kabupaten Jember.berjumlah 628 orang. Karena populasinya besar maka penelitian ini menggunakan sampel. Penentukan jumlah sampel mengacu pada pendapat Arikunto, dengan jumlah sampel yang diambil adalah sebesar 25% dari populasi yakni sebanyak 25% x 628 = 126 orang santri. Adapun teknik yang dipergunakan dalam penentuan sampel adalah teknik random sampling, yaitu pengambilan sampel penelitian secara acak. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain : observasi, angket, interview dan dokumenter. peneliti menggunakan angket sebagai instrumen utamanya dalam bentuk pernyataan-pernyataan. Teknik analisis data menggunakan Multiple Linier Regression (Regresi Linier Berganda)
Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut; 1) Berdasarkan kategorisasi memperlihatkan bahwa variabel konsep diri (X1) obyek penelitian adalah untuk kategori tinggi sebesar 4,76%, untuk kategori sedang sebesar 84,13% dan untuk kategori rendah sebesar 11,11%. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa secara umum konsep diri pada responden penelitian termasuk kategori sedang, 2) Berdasarkan kategorisasi memperlihatkan bahwa adversity quotient (X2) obyek penelitian adalah untuk kategori tinggi sebesar 3,97%, untuk kategori sedang sebesar 89,68% dan untuk kategori rendah sebesar 6,35%. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa secara umum adversity quotient pada responden penelitian termasuk kategori sedang, 3) Berdasarkan kategorisasi memperlihatkan bahwa kemandirian santri (Y) obyek penelitian adalah 

untuk kategori tinggi sebesar 7,94%, untuk kategori sedang sebesar 85,71% dan untuk kategori rendah sebesar 6,35%. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa secara umum kemandirian santri (Y) dalam penelitian ini termasuk kategori sedang, 4) Variabel konsep diri (X1) dan adversity quotient (X2) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap kemandirian santri (Y), 5) Variabel konsep diri (X1) berpengaruh secara parsial terhadap variabel Kemandirian Santri (Y), 6) Variabel adversity quotient (X2) berpengaruh secara parsial terhadap variabel kemandirian santri (Y).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.