GOOD GOVERNANCE ZAKAT DI INDONESIA

Ahmad Fadli Fadli

Abstract


Abstrak
Eksistensi manajemen zakat di Indonesia saat ini patut untuk dicermati dan ditelaahuntuk melahirkan rekonseptualisasi manajemennya. Suatu upaya rekonseptualisasi manajemen zakat sebagai daya pendobrak untuk melampaui normatifitas sistem manajemen yang telah berjalan lama dan dijadikansebagai kebenaran tunggal akan sistem pengelolaan zakat tersebut.Suatu anggapan kebenaran sistem manajemen zakat yang sebenarnya masih masuk dalam kategori paradigma Old Public Management(OPM) atau manajemen sektor publik klasik yang dipaksakan dengan jiwa zaman yang berbeda akan ekspektasi publiknya. Karenanya perlu adanya pergeseran paradigmatik untuk mengurai problematika zakat di Indonesia. Problematika yang dapat kita jumpai misalnya; pertama, keengganan wajib zakat mengeluarkan zakatnya; kedua, adanya disorientasi zakat yang terfokus pada pengumpulan dana zakat belaka oleh ‘amil zakat (BAZNAS/LAZ) dengan menegasikan unsur pencerahan baik bagi Muzakki (orang yang berzakat) maupun bagi Mustahiq (orang yang berhak menerima zakat);ketiga, problem transparansi dan akuntabilitas; keempat, problem regulasi; kelima, problem minimnya pelibatan kalangan stakeholder dalam manajemen zakat. Berbagai problematika yang melingkupi sektor zakat di Indonesia tersebut, dapat ditelisik secara kausalitas sebagai akibat dari lemahnya sisi manajemen zakatnya. Lemahnya sisi manajemen zakat ini kiranya perlu daya pendobrak dari sistem manajemennya, sehingga pola manajemen zakat yang klasik seharusnya ditinggalkan dan bergeser pada pelibatan banyak pihak dengan pendekatan konsep good governance zakat di Indonesia.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.