EKONOMI ETIS: PARADIGMA BARU EKONOMI ISLAM

Nirwan Umasugi

Abstract


Aspek yang membedakan antara satu sistem ekonomi dengan lainnya adalah moral ekonominya. Karena itu, yang bisa dipelajari secara lebih khusus adalah etika ekonominya. Moralitas selalu berkaitan dengan apa yang dilakukan manusia, dan kegiatan ekonomis merupakan satu bidang perilaku manusia yang penting. Sekuler di sini dimaksudkan sebagai lebih mementingkan konsumsi dan pemilikan materi sebagai sumber kebahagiaan manusia, tanpa mengindahkan peranan nilai moral dalam reformasi individu dan sosial, pada sistem ekonomi modern yang semakin jauh dari etika. Tidak jauh berbeda, pemaksaan semena-mena untuk menerapkan begitu saja model-model transaksi fiqih ke dalam transaksi ekonomi modern juga lebih sering bersifat ideologis ketimbang obyektif ilmiah. Hal itu justru kontra produktif bagi upaya penyusunan bangunan ekonomi Islam itu sendiri.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.