MAQASHID AL-SYARI’AH DALAM HUKUM KEWARISAN ISLAM

Sri Lum’atus Sa’adah

Abstract


Tak terpungkiri lagi, bahwa mashlahah merupakan kata kunci
dalam upaya merumuskan secara filosofis, kaitan teks wahyu
dengan realitas konteks kehidupan umat beragama sehari-hari.
Hukum Allah pasti mempunyai tendensi kemaslahatan. Secara
etimologis, mashlahah mempunyai makna identik dengan manfaat,
yaitu keuntungan, kenikmatan, kegembiraan atau segala upaya
yang dapat mendatangkan hal itu. Namun, pada tataran
substansinya, boleh dibilang sampai pada titik penyimpulan bahwa
mashlahah adalah suatu kondisi dari upaya mendatangkan sesuatu
berdampak positif (manfaat) serta menghindarkan diri dari hal-hal
yang berdimensi negatif (madlarat). Berkaitan dengan hukum
kewarisan islam,jika dikaitkan dengan konsep mashlahah, maka
mashlahah yang ingin dilindungi adalah perlindungan akan
eksistensi agama (hifdh al-din), keturunan (hifdh al-nasl) dan juga
perlindungan harta(hifdhla-mal) yang semuanya berada pada
peringkat sekunder (hajiyyat) atau tersier (tahsiniyyat).

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 AL-AHWAL