TEORI HERMENEUTIKA AL-QUR’AN NASHR HAMID ABU ZAYD DAN APLIKASINYA TERHADAP WACANA GENDER DALAM STUDI HUKUM ISLAM KONTEMPORER

Muhammad Fauzinuddin Faiz

Abstract


Selama ini teks-teks keagamaan ditafsirkan secara kaku dan legalformal tanpa mempertimbangkan aspek-aspek sosial-historis teks yang melingkupinya dan bahkan tertutupnya pintu ijtihad, jelas mengorientasikan umat untuk senantiasa tunduk kepada produk pemahaman keagamaan puluhan abad silam. Lebih ironis lagi, teksteks keagamaan yang bersifat interpretatif itu kemudian dijadikan landasan otoritatif-formalistik dalam dalam sebuah penafsiran, sementara teks-teks yang dianggap otoritatif tersebut tidak lebih dari sekadar komentar (syarah) atau komentar atas komentar (hasyiyah) teks yang pertama, dan begitu terus adanya. Berangkat dari problematika ini, penulis mempunyai kegelisahan dalam membaca pemikiran Nashr Hamid Abu Zaid khususnya dalam pembacaan hermeneutika yang diterapkan pada al-Qur’an yang cukup kontroversial dan bahkan mendapat kecaman dari ulama Mesir. Secara global, dapat disimpulkan bahwa teori hermeneutika yang ditawarkan Nashr Hamid Abu Zaid yang bercorak humanis-kritis dapat memberikan kontribusi dalam diskursus pemikiran ke-Islam-an termasuk terhadap perkembangan hukum keluarga Islam kontemporer. Adapun perbedaannya dengan tokoh-tokoh yang lain, seperti Khaled M. Abou El-Fadl, ia lebih menekankan sisi-sisi moralitas dalam menginterpretasikan teks, Fazlur Rahman lebih pada kajian double movement dan ideal moral, sedangkan Abu Zaid lebih tertarik pada kritik ideologi dalam diskursus keagamaan, dengan menjadikan Al-Qur’an 

sebagai teks dan hermeneutika Al-Qur’an sebagai pisau analisis dalam menginterpretasikan teks-teks keagamaan secara benar, otentik, dan kontekstual, sesuai dengan kebutuhan sosio-kultural yang berkembang dan menghindari model pembacaan tendesius dan ideologis dalam hermeneutika Al-Qur’an kontemporer.
Kata kunci: Hermeneutika, Nashr Hamid Abu Zayd, Gender, Hukum Islam Kontemporer


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 AL-AHWAL